Cerita fiksi ilmiah ini mengambil peristiwa di masa depan tentang seorang pemuda yang bernama Febrian setelah terbangun dari koma di rumah sakit dan seketika dia sadar dan terkejut bahwa dunia yang dilihatnya sudah berubah akibat sebuah bencana apokaliptik berupa ledakan reaktor nuklir.
Di sebuah negara fiksi bernama Isoletia terdapat kota bernama Mitrop, kota ini penuh dengan pemandangan yang indah disertai pegunungan-pegunungan yang menjulang tinggi keatas dan kota ini juga memiliki sebuah reaktor nuklir pembangkit listrik yang berdekatan dengan pegunungan kota tersebut, reaktor nuklir tersebut merupakan sebuah proyek kerjasama antara negara Isoletia dengan negara Resh yang mana negara Resh tersebut paling banyak membiayai dan mengirimkan pekerja mereka di kota Mitrop, disana dikisahkan terdapat seorang anak yang sudah yatim piatu setelah kedua orangtuanya terkena suatu penyakit akibat dari sebuah wabah virus yang datang dari negara Cez yang kemudian menyebar ke seluruh dunia.
Anak itu kemudian diasuh oleh orang tua angkat hingga anak itu mulai beranjak remaja dan menjadi pemuda yang bernama Febrian, suatu hari Febrian pergi menaiki sepeda ke kota Mitrop untuk menikmati pemandangan kota namun tiba-tiba dia menghentikan sepeda dan melihat sebuah rombongan dengan bendera pohon disertai dua huruf RG ditengahnya yang berkeliling kota untuk berdemonstrasi menghasut masyarakat kota untuk melawan pemerintah yang mereka anggap sebagai pemerintahan yang merusak lingkungan. Febrian mulai mencari tahu tentang rombongan apa yang dia lihat tersebut, setelah dia bertemu salah satu anggota dari rombongan Febrian bertanya kepadanya rombongan apa ini? Si anggota rombongan tersebut menjawab itu adalah organisasi Revolutionary Green, organisasi yang anti terhadap negara dan pemerintahan serta memperjuangkan hak mengenai lingkungan, hewan dan menganggap bahwa teknologi harus dimusnahkan karena menurut mereka teknologi sudah merusak budaya, identitas, iman dan juga merusak lingkungan sekitar yang sakral.
Febrian dengan acuh mengatakan bahwa organisasi tersebut adalah sebuah aliran sesat dengan ide-ide yang aneh, Febrian pun langsung kembali menaiki sepeda dan pergi meninggalkan seorang anggota tersebut, setelah asyik menikmati pemandangan kota dia terlalu fokus hingga tidak sadar dia menabrak jurang yang tidak jauh dari kota, Febrian pun pingsan tidak sadarkan diri hingga dia ditemukan seorang penduduk kota yang menolongnya dan membawanya ke rumah sakit kota.
Satu bulan kemudian, Febrian mulai terbangun setelah satu bulan mengalami koma di tempat tidurnya dan kaget ketika dia berada di rumah sakit yang dia menemukan suasana yang sangat sepi usai bangun dari tempat tidurnya dia setelah itu berjalan menyusuri tiap-tiap ruangan dan tidak ada satu orang pun yang dia lihat, hingga dia berjalan sampai keluar rumah sakit dia kaget kembali kota yang selama ini dia anggap indah disertai pegunungan yang menjulang tinggi sudah musnah yang tersisa hanyalah puing-puing reruntuhan disertai kendaraan yang berserakan dimana-mana dan pemandangan diatas langit pun tidak kalah mengerikan seperti langit yang penuh dengan asap tebal hingga menutupi cahaya matahari sehingga kegelapan akan terus ada meskipun hari sudah siang, hal yang sama dia temukan ketika awal dia bangun dari rumah sakit yakni tidak ada juga salah satu orang yang dia lihat juga berlaku di sekeliling kota, dia pun berkata kemana semua orang?.
Setelah sibuk menyusuri kota tersebut dia akhirnya menemukan seperti seseorang di depan toko makanan seperti sedang kelaparan dengan rakusnya dia lahap semua makanan di toko tersebut, Febrian berteriak hei apa yang kau lakukan disana!!! bukankah itu termasuk pencurian, orang itu pun menatap dengan mata tajam kepada Febrian, orang tersebut berkata hukum sudah tidak ada dan sekarang berlakulah hukum rimba, orang tersebut membawa pisau dan menghadapkannya kepada Febrian, Febrian berkata dasar orang gila!!! hingga Febrian lari ketakutan sambil dikejar orang tersebut tiba-tiba dia menemukan dua orang bertopeng masker gas membawa senapan dan pistol dihadapannya memakai jaket dengan lambang pohon disertai huruf RG, Febrian merasa tidak asing dengan lambang tersebut mulai berhenti berlari dan mulai ragu apakah kedua orang ini juga mencoba untuk membunuhnya dan ternyata kedua orang tersebut mulai menolong Febrian dan menembaki orang yang sudah mengejarnya tersebut, Febrian pun bertanya mengapa orang gila tersebut ingin mengejarnya dan dijawablah oleh kedua anggota Revolutionary Green tersebut dengan mengatakan bahwa orang gila tersebut adalah kanibal.
Kedua orang tersebut mulai melepaskan topeng dan memperkenalkan nama dan identitas mereka salah seorang yang membawa pistol berkata namaku adalah Chris dan satunya lagi yang membawa senapan bernama Richard Febrian yang sudah mulai kelelahan kemudian diajak oleh kedua anggota Revolutionary Green tersebut ke sebuah tempat berupa gedung perkantoran sudah hancur yang dijadikan markas mereka, hari mulai malam hingga Febrian sampai di markas mereka mulai duduk berbaring karena kelelahan hingga tertidur pulas, kemudian tiba-tiba Chris datang dan membangunkan Febrian dan mengajaknya untuk makan, Febrian pun berjalan mengikuti Chris tersebut untuk makan-makan di sebuah meja yang menyerupai tempat rapat, Chris mengatakan bahwa tempat ini dulunya adalah sebuah kantor, kemudian Febrian tiba di meja makan tersebut dan menemukan terdapat tiga orang anggota di tempat tersebut.
Sesampainya tiba di meja makan Febrian bertanya kepada Chris dimana Richard, Chris pun menjawab, Richard mendapatkan tugas jaga malam di kelompok ini, setelah itu Febrian diajak Chris untuk berkenalan kepada tiga anggota tersebut yang bernama Evans, Edgar dan David dan menyapanya. Febrian yang penasaran mulai bertanya apa yang terjadi sekarang di kota ini dan kemana semua orang? Chris pun bingung dan berkata kepada Febrian kemana saja kau selama ini hingga kau tidak tahu apa yang terjadi sekarang? Febrian menjawab, bahwa aku selama ini di rumah sakit setelah sebulan mengalami koma, Chris awalnya ragu dan mulai percaya kepada Febrian karena melihat Febrian sepertinya normal dengan memakai baju pasien rumah sakit.
Chris pun menceritakan kepada Febrian bahwa sebelumnya saat Febrian masih mengalami koma, kota ini mengalami guncangan yang cukup kuat seperti gempa dan setelah itu terdengar seperti suara ledakan yang cukup keras hingga semua penduduk kota pun dapat mendengarnya, Chris yang pada saat itu masih berjalan di tengah kota mulai mencari asal muasal suara tersebut hingga dia tiba ke sebuah reaktor nuklir pembangkit listrik kota Mitrop yang sudah meledak dan hancur akibat guncangan tanah pegunungan yang disebabkan salah satu gunung yang meletus di dekat reaktor nuklir tersebut, Chris yang kaget melihat hal tersebut mulai panik dan secara tidak sengaja dia ditemukan oleh Richard yang dia kenal sebagai temannya sesama anggota RG dengan mobil dan Richard menjemputnya untuk menaiki mobil dan Chris pun masuk kedalam mobil hingga mobil itu melaju kencang di tengah kota untuk mencari tempat yang aman seperti gedung, Richard pun memanggil ketiga rekannya RG nya yakni Evans, Edgar, dan David yang sudah berada di bawah basement gedung untuk berlindung.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar